Self-Esteem

#pertemuan ke tiga

Pada pertemuan ketiga ini kami membahas mengenai pemahaman individu. Pemahaman individu sangatlah penting dalam dunia bimbingan dan konseling. Baik konselor maupun konseli, keduanya dituntut untuk mampu memahami dirinya sendiri. Pemahaman individu yang baik akan menjadikan individu yang bersangkutan akan menerima dirinya apa adanya baik kelebihan maupun kekurangan yang ia miliki. Tujuan dari pemahaman individu ini juga agar konselor mampu mengenal dan memahami serta menerima konselinya dengan baik serta konselor mampu untuk membantu konselinya dalam menghadapi masalah yang sedang dihadapi.

Adanya perkembangan Teknologi informasi dalam BK sangatlah membantu konselor untuk lebih cepat memahami individu melalui data diri yang dimiliki oleh konselor. Dalam pemahaman individu, asas kerahasiaan sangatlah dipegang teguh hal ini dikarenakan tidak semua orang dapat menerima dirinya dengan segala kekurangan dan kelebihannya atau dengan kata lain adanya rasa tidak percaya diri. Data diri peserta didik ini berisi mengenai data pribadi dan data orang tua atau wali. Dalam data pribadi siswa berisi nama, agama, alamat, tempat tanggal lahir, alamat asal, alamat saat ini, nomer telfon, jejaring sosial, hobi, prestasi, serta jumalah saudara. Mengetahui agama konseli sangatlah penting dalam mengenal individu tersebut , hal ini dikarenakan agama yang dianut konseli akan mempengaruhi cara pandang konseli dalam menghadapi setiap permasalahan dalam hidupnya. Informasi tempat asal siswa akan menunjukkan kebudayaan yang dimiliki oleh siswa sehingga konselor dapat menyesuaikan dirinya dengan kebudayaan yang dimiliki siswa tersebut. Jejaring sosial di era modern ini kerap kali digunakan siswa untuk menceritakan kehidupannya serta digunakan pula untuk berinteraksi dengan sesama pengguna yang lain. Hal ini sangat membantu konselor untuk melihat aktivitas siswa tersebut melalui jejaring sosial yang dimilikinya. Pada dasarnya setiap manusia memiliki kekuatan dan potensi masing-masing. Tapi sampai saat ini masih banyak yang belum menyadari potensi di dalam dirinya sendiri. Padahal potensi setiap orang sangat menunjang kesuksesan hidupnya jika diasah dengan baik. Oleh sebab itu, jika siswa telah memiliki prestasi tertentu maka konselor dapat membantu untuk mengembangkan potensi yang milikinya agar mencapai prestasi yang lebih baik lagi. Begitupun untuk siswa yang belum memiliki prestasi, dapat kita lihat dari hobi yang dimilikinya dan konselor berperan untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa tersebut. Dengan melihat jumlah saudara yang dimilikinya konselor dapat mengetahui gambaran kepribadian siswa tersebut. Misalnya siswa sebagai anak tunggal akan cenderung bersifat manja dan egois karena tidak berbagi kasih sayang dengan saudara yang lain.

Selain data pribadi, terdapat data orang tua atau wali juga. Data orang tua berisi pendidikan dan pekerjaan orangtua. Pendidikan orangtua ini biasanya akan mempengaruhi sikap orangtua terhadap pendidikan dan pengasuhan anaknya. Orangtua dengan pendidikan yang tinggi akan cenderung menuntut anaknya berseolah sampai jenjang yang tinggi pula. Begitupun dengan pekerjaan orangtua, banyak orangtua yang mengharapkan anaknya memperoleh pekerjaan yang lebih baik dari orangtuanya.