CNg18269

kesulitan-belajar

Guru BK bukanlah sebuah pekerjaan yang sederhana, tidak hanya berdiam diri menunggu konseli datang ke ruang bimbingan dan konseling dan mencari-cari siswa yang melanggar peraturan sekolah. Tidak sesederhana itu. Guru bimbingan dan konseling haruslah mampu untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya setiap siswa memiliki kesulitan belajar terhadap mata pelajaran tertentu. Kesulitan belajar merupakan problem yang nyaris dialami oleh semua siswa. Kesulitan belajar dapat diartikan suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk menggapai hasil belajar yang baik. Kesulitan dalam belajar ini akan sangat mengganggu siswa yang bersangkutan bila tidak segera ditangani. Misalnya saja siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika dan merasa sangat membenci mata pelajaran tersebut memilih untuk tidak mengikuti pelajaran dan pada akhirnya akan menimbulkan masalah-masalah yang lainnya.

Dunia pendidikan mengartikan diagnosis kesulitan belajar sebagai segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan belajar. Selain itu, diagnosis kesulitan  belajar juga mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar serta cara menetapkan dan kemungkinan mengatasinya, baik secara kuratif (penyembuhan) maupun secara  preventif (pencegahan) berdasarkan data dan informasi yang seobyektif mungkin. Untuk mendapatan informasi data siswa dengan seobyektif mungkin maka perlu kerja sama dengan guru mata pelajaran.

Diagnosis kesulitan belajar ini digunakan untuk pelayanan kepada siswa agar dapat berkembang secara optimal tanpa mengalamin kesulitan belajar. Terlebih karena bakat, kemampuan, kecerdasan, dan minat setiap siswa berbeda-beda maka dengan diagnosis ini guru dapat memahami siswa lebih baik lagi dan tidak mendiskriminasi siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM yang telah ditentukan.